Kalkulator
Kalkulator margin dan markup dari harga jual dan HPP
Dua angka, tiga hasil: laba per unit, margin terhadap harga jual, dan markup terhadap HPP. Margin dan markup sengaja ditampilkan berdampingan karena sering tertukar.
- Laba kotor per unit
- Rp5.000
- Margin (laba ÷ harga jual)
- 25%
- Markup (laba ÷ HPP)
- 33,33%
Rumus yang dipakai
- Laba per unit = harga jual − HPP
- Margin = laba ÷ harga jual × 100%
- Markup = laba ÷ HPP × 100%
Persentase dibulatkan ke dua angka di belakang koma. Jika HPP diisi 0, markup tidak bisa dihitung (pembagian dengan nol) dan ditampilkan sebagai tanda strip. Harga jual harus lebih dari 0.
Contoh: harga Rp20.000, HPP Rp15.000
| Hasil | Perhitungan | Nilai |
|---|---|---|
| Laba per unit | 20.000 − 15.000 | Rp5.000 |
| Margin | 5.000 ÷ 20.000 | 25% |
| Markup | 5.000 ÷ 15.000 | 33,33% |
Produk yang sama, laba yang sama, tetapi dua persentase berbeda karena pembaginya berbeda. Saat seseorang menyebut untung 30%, tanyakan dulu: 30% dari harga jual atau dari modal?
Contoh saat rugi
Harga jual Rp10.000, HPP Rp12.000. Laba −Rp2.000, margin −20% (−2.000 ÷ 10.000), markup −16,67% (−2.000 ÷ 12.000). Hasil minus berarti setiap unit terjual menambah kerugian; naikkan harga atau turunkan HPP.
Tabel konversi margin ke markup
| Margin | Markup yang setara |
|---|---|
| 20% | 25% |
| 25% | 33,33% |
| 40% | 66,67% |
| 50% | 100% |
Kesalahan yang sering terjadi
- Menargetkan margin 40% tetapi menghitung harga dengan HPP × 1,4. Itu markup 40%, dan marginnya hanya 28,57%.
- Membandingkan margin produk sendiri dengan markup yang disebut pemasok.
- Memakai HPP lama setelah harga bahan naik, sehingga margin terlihat lebih besar dari kenyataan.
- Menghitung dari harga yang sudah termasuk pajak. Gunakan harga sebelum pajak.
Langkah berikutnya
Jika margin terlalu kecil, cari harga baru dengan kalkulator harga jual. Ingat bahwa diskon langsung memotong margin; hitung dampaknya di kalkulator diskon. Margin per produk belum termasuk biaya operasional; untuk laba usaha secara keseluruhan, gunakan kalkulator laba.
Pertanyaan yang sering diajukan
Lebih baik memakai margin atau markup?
Keduanya benar asal konsisten. Margin lebih mudah dikaitkan dengan laporan laba karena dihitung dari harga jual; markup lebih praktis saat menambahkan persentase ke modal. Yang berbahaya adalah mencampur keduanya.
Apakah margin bisa lebih dari 100%?
Tidak, selama HPP tidak negatif. Margin 100% berarti HPP nol. Markup tidak punya batas atas: markup 200% berarti harga jual tiga kali HPP.
Kenapa markup tidak muncul saat HPP saya isi 0?
Markup dihitung dengan membagi laba dengan HPP, dan pembagian dengan nol tidak punya hasil. Margin tetap ditampilkan (100%).
Baca juga
- Kalkulator harga jualPilih hitung berdasarkan target margin atau target markup, lalu pilih pembulatan. Harga selalu dibulatkan ke atas sehingga target tidak meleset.Buka
- Kalkulator HPPIsi biaya satu kali produksi dan jumlah produk jadi yang dihasilkan. Kalkulator membagi total biaya menjadi HPP per unit.Buka
- Kalkulator diskonPilih diskon persen (dengan diskon tambahan opsional) atau potongan Rupiah. Kalkulator menampilkan harga akhir, jumlah hemat, dan diskon efektif.Buka
- Omzet vs labaEmpat istilah yang sering dipakai bergantian, padahal angkanya sangat berbeda. Satu contoh bulanan menunjukkan di mana uang Anda berkurang di setiap langkah.Buka
- Laporan penjualanSetiap transaksi dari tablet kasir masuk ke Back Office dan tersusun menjadi 14 laporan. Pilih periode, baca angkanya, atau unduh untuk dibagikan.Buka
Siap merapikan kasir usaha Anda?
Daftar dengan Google atau email, isi profil usaha, lalu tekan Mulai Gratis. Tanpa kartu kredit.